Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI), Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, berhasil meraih Juara I atau Gold Medal kategori Business Plan pada Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi SUWIIT (Smart Livestock Integrated Technology) yang dikembangkan oleh mahasiswa penerima beasiswa sawit.
Tim yang terdiri dari Luis Ibanez Sitinjak sebagai ketua, bersama Kholis Na’imah dan Irgy Khoiroel Al Fahrezi, mengembangkan SUWIIT sebagai solusi untuk dua persoalan yang saling berkaitan, yaitu pemanfaatan limbah industri kelapa sawit dan tingginya biaya pakan ternak.
Melalui SUWIIT, tandan kosong kelapa sawit (TKKS) diolah menjadi pakan ternak nutrasetikal melalui proses fermentasi. Pakan tersebut dilengkapi probiotik, mineral, dan imunostimulan alami yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi serta mendukung kesehatan dan produktivitas ternak.
Tidak hanya menghasilkan produk pakan, SUWIIT juga menghadirkan Smart Livestock Assistance berupa platform digital untuk mendukung peternak. Platform ini menyediakan beberapa layanan, seperti pemantauan kondisi ternak, konsultasi dengan dokter hewan, rekomendasi pemeliharaan berbasis kecerdasan buatan, marketplace kebutuhan peternakan, dan edukasi.
Gagasan tersebut berawal dari pengamatan para anggota tim terhadap kondisi di daerah asal mereka di Pulau Sumatra. Ketersediaan biomassa kelapa sawit yang cukup besar dan tingginya biaya pakan bagi peternak mendorong mereka untuk mencari cara agar limbah dari industri sawit dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Dalam pengembangan model bisnisnya, SUWIIT diproyeksikan dapat membantu menekan biaya pakan sebesar 20–40 persen, meningkatkan produktivitas ternak sebesar 20–40 persen, serta menurunkan angka kematian ternak sebesar 10–20 persen. Proyeksi tersebut menjadi bagian dari konsep bisnis yang ditawarkan dalam kompetisi.
Keberhasilan tim juga didukung oleh pendampingan Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng. yang membantu tim dalam mengembangkan konsep teknologi dan strategi bisnis. Konsep SUWIIT juga mendapat apresiasi dari dewan juri dan membuka peluang untuk penjajakan investasi guna mendukung pengembangan lebih lanjut.
Menurut Ketua Program Studi TRKI Sekolah Vokasi UNDIP, Dr. Mohamad Endy Julianto, prestasi ini menunjukkan bahwa program beasiswa sawit dapat menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan menghasilkan inovasi yang berkaitan dengan sektor kelapa sawit dan industri turunannya.
Melalui SUWIIT, tim mahasiswa TRKI UNDIP menunjukkan bahwa persoalan limbah dan kebutuhan peternakan dapat dikembangkan menjadi sebuah inovasi yang menggabungkan pemanfaatan biomassa, teknologi, digitalisasi, dan model bisnis. Prestasi di OLIVIA XI 2026 menjadi langkah awal bagi pengembangan gagasan tersebut menuju penerapan yang lebih luas.