Mahasiswa TRKI UNDIP Kembangkan Riset Lingkungan dan Energi Berbasis Teknologi di Tunghai University

Taichung, Taiwan – Inas Taqiyyah, mahasiswi Teknologi Rekayasa Kimia Industri Universitas Diponegoro, tengah menjalani program student exchange di Tunghai University dengan fokus pada pengembangan riset lingkungan dan energi berkelanjutan melalui pendekatan eksperimental dan kajian literatur ilmiah.

Selama program berlangsung, Inas mengerjakan dua topik utama, yaitu penelitian eksperimental terkait pengolahan limbah industri baja serta penulisan review paper di bidang bioenergi.

Pada penelitian eksperimentalnya yang berjudul “CDI Ion Removal Method from Converter Slag–Water Interaction to Mitigate Environmental Impacts in Iron and Steel Waste Management,” Inas mengkaji bagaimana limbah padat industri baja, khususnya converter slag, berinteraksi dengan air dan berpotensi melepaskan ion-ion berbahaya ke lingkungan.

Melalui pendekatan teknologi Capacitive Deionization (CDI), penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kandungan ion terlarut dalam air hasil interaksi tersebut. CDI merupakan metode pemurnian air berbasis medan listrik yang mampu menarik dan menyerap ion-ion terlarut ke dalam elektroda berpori.

Dalam riset ini, Inas melakukan serangkaian eksperimen mulai dari proses slag leaching untuk mensimulasikan kondisi nyata di lingkungan, penentuan kondisi optimum, hingga analisis efisiensi penghilangan ion menggunakan CDI. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana teknologi tersebut dapat menjadi solusi inovatif dalam mengurangi dampak pencemaran air akibat limbah industri baja, sekaligus mendukung konsep pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Selain riset eksperimental, Inas juga menyusun review paper berjudul “Enzymatic Pretreatment of Lignocellulosic Biomass Using Aspergillus japonicus for Enhanced Methane Production.”

Dalam kajian ini, ia membahas pemanfaatan biomassa lignoselulosa seperti limbah pertanian sebagai sumber energi terbarukan melalui produksi biogas. Salah satu tantangan utama dalam pemanfaatan biomassa adalah struktur lignoselulosa yang kompleks dan sulit terdegradasi. Oleh karena itu, dilakukan pretreatment menggunakan enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme seperti Aspergillus japonicus.

Enzim yang dihasilkan mampu menguraikan komponen lignin, selulosa, dan hemiselulosa menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna oleh mikroorganisme penghasil metana dalam proses Anaerobic Digestion (AD). Hasilnya, efisiensi produksi metana dapat meningkat secara signifikan, menjadikan proses ini lebih efektif sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan.

Melalui kombinasi antara riset eksperimental dan kajian literatur ini, Inas tidak hanya memperdalam kemampuan teknis di bidang teknik kimia dan lingkungan, tetapi juga mengembangkan perspektif global terhadap solusi permasalahan energi dan limbah industri.

Pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional dengan fasilitas riset yang modern turut mendukung proses eksplorasi ilmiah tersebut. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan serta inovasi energi terbarukan di Indonesia.

Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan riset internasional ini juga mencerminkan komitmen Universitas Diponegoro dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global, khususnya dalam menjawab tantangan keberlanjutan di masa depan.